Posts

Showing posts with the label Satellite

RTV Jadi Channel Favorit

Image
Setelah hengkangnya MNC group dari statusnya sebagai Free To Air channel dan berubah menjadi channel premium berbayar, belakangan menjadi channel yang semakin digemari oleh sebagian besar kalangan masyarakat Indonesia adalah channel Rajawali Televisi alias RTV. Awalnya saya juga heran bagaimana RTV bisa menggaet minat pemirsanya untuk betah menonton acara yang mereka suguhkan. Namun setelah menyaksikan sendiri bagaimana acara yang diusung, baru lah saya paham. Channel ini mengedepankan program acara yang ramah keluarga, terutama untuk anak-anak. Jadi wajar kalau channel RTV menjadi pilihan anak-anak yang di rumahnya tidak tersedia tontonan dari televisi premium alias berbayar. Untuk transpondernya saat ini ada di Satelit Telkom 4 pada posisi orbit 108.2 bujur timur. Transponder RTV: Satelit Telkom 4 - 108.2°E Frequency 3949 Polarisasi Vertikal Symbol Rate 4333 FEC 3/4 Video PID 0200 (Hex) Audio PID 1010 (Hex) PCR PID 0201 (Hex) Mohon maaf, untuk screenshot ...

Yamal-402 - Calon Satelit Baru di 55°E

Image
Jika tahun 2011 direncanakan peluncuran satelit baru Rusia " Yamal-300K ", maka setahun kemudian telah direncanakan pula peluncuran Yamal-402 yang akan menempati posisi orbit 55°E. Cakupan beam sepertinya tidak jauh beda dengan Yamal-300K, hanya saja kali ini jangkauannya lebih luas sampai ke Afrika. Namun, sayang sekali sepertinya satelit ini hanya sebatas buat transmisi Ku Band. So sad. Lagi-lagi, transponder yang bisa menjangkau daerah kita hanya sebatas 3 transponder: Up to three 72 MHz transponders may be operated in the beam formed by antenna, which can be steered through the commands from the earth while the satellite is in service. Steerable Beam Semoga bermanfaat!

Yamal-300K - Calon Satelit Baru di 90°E

Image
Ada kabar bagus untuk calon satelit baru yang akan menempati 90°E ini. Mengapa? Karena beamnya terlihat mencakup Asia Tenggara (walau tidak keseluruhan). Nama satelit ini Yamal-300K. Haha.. pasti teman-teman suka dengan satelit ini karena langsung kebayang "RENTV" (PEH). Jika benar beamnya bakal mencakup Indonesia juga, itu berarti beneran angin segar karena pointing hampir bisa dipastikan tidak terlalu sulit. Tapi, kabarnya hanya ada 3 Transponder yang bakal dioperasikan dicakupan wilayah ini. The steerable beam can be moved through the commands from the earth while the satellite is in service. Three transponders will be operated in this beam Tidak sebanyak saudaranya Yamal-202. Namun, sekali lagi kita tunggu saja karena jadwal peluncuran satelit ini diperkirakan tahun depan (2011), mohon maaf gak tau di awal, tengah atau ujung tahun. Kita nantikan saja! Berikut peta beam Yamal-300K  Russian Beam Northern Beam Northern Beam 2 and Steerable Beam Thanks to bro Y...

Intelsat 8 at 166.0°E - Ku Band

Image
Buat teman-teman yang masih memungkinkan atau dalam arti kata lain masih dalam cakupan beam satelit Intelsat 8 Ku Band, silakan dicoba dengan panduan berikut dari teman kita bro kzcell yang berdomisili di Yogyakarta. Hasil tracking Ku Band di Intelsat 8-166.0°E berupa 7 transponder yang terlock dengan baik. Silakan disimak! monggo dipirsani sendiri bro, ada 7TP. dish 6ft + ku yuri yang terlock hanya beam ausralia.. sedikit penampakannya.. rai tv italia Peta Beam Satelit Intelsat 8 untuk Australia Arah Disk ke Satelit Intelsat 8 Selanjutnya, silakan diperhatikan 7 transponder berikut untuk tracking di daerah masing-masing. 12326 H 28.790 12526 H 28.790 12574 H 13.840 12646 H 28.050 12686 H 28.120 12725 H 28.060 12286 H 28.790 Sesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing, jika tidak memungkinkan jangan dipaksakan. Ntar gak dapet-dapet, hehehe! Happy Tracking, Happy Hunting!

Chinasat 5C (ex-Sinosat 3) 125'E Transponders

Image
Berikut laporan dari teman-teman tentang Satelit Chinasat 5C yang menggantikan Satelit Sinosat 3 (Chinasat 6A) dengan sinyalnya yang udah lebih baik daripada sebelumnya. Silakan disimak untuk dijadikan acuan dalam pointing. Bro Bowol: Betul Bro sinyal di satelit ini yang dulunya Sinosat3 sekarang naik drastis sekali !!! semua sinyal 80-90 % Bro Chandra: Laporan....Jakarta utara (cilincing)  lock 17 TP dg 42 ch TV dan 48 ch Radio....sinyal tertinggi TP 3868H5421 SQ 88% dan terendah TP 3989H9070 SQ 46% pd RX Man8800PVR..... Bro Denabguze: Di Cilacap dengan peralatan tempur dish mesh 10 ft, LNB tanaka, Rx Mht 1920 Bang Sino dapat menelorkan 42 station TV dengan rata-rata SQ diatas 65%.. Ini hasilnya Semoga bermanfaat!

Yamal 202 - Dari Teman-Teman Forsat

Image
Kali ini saya hanya ingin posting hasil perburuan satelit Yamal 202 dari teman-teman forsat . Berikut cuplikannya (kayak berita tv aja, hehe): Dua screenshot di atas hasil hunting bro Udin Ahmad di Tarakan - Kaltim . Sedangkan dua screenshot terakhir adalah hasil perburuan rekan kita endri di Padangan - Kediri, Jatim. Peralatan yang digunakan oleh bro Endri berupa dish Paramount merah 9f, LNB Matrix, sekat talenan warna biru (tebal 0,5 cm; panjang 13 cm; masuk kira-kira 10 cm; melet 3 cm). Buat teman-teman yang sampe saat ini belum juga berhasil lock Yamal 202, teruskan pointing, semoga segera bisa dilock.

RTM - Measat 3 (DVB-S2)

Image
Informasi dari bro CULUN di topik What's New!!! Forsat , bahwa RTM di Measat 3 udah berganti format baru yaitu DVB-S2. Berikut data transpondernya: 3875 18385 v RTM SD 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10 RTM HD Informasi lengkapnya menurut info dari rekan-rekan lainnya adalah: FEC - 2/3, PILOT - OFF. Namun demikian, masih ada beberapa teman yang sudah menggunakan RX support DVB-S2 masih belum bisa me-lock sinyal tersebut. Saya sendiri tidak bisa tuning karena keterbatasan peralatan. Hehehe... ada yang mau nyumbang RX DVB-S2 kepada saya? Suer gak saya tolak! Berikut screenshotnya: Screenshot di atas diambil dari postingan Wak Haji Daeng di topik All About HDTV (maaf wak, picnya saya pinjam tanpa ijin). Bening banget ya, kapan bisa punya peralatan seperti itu?!!! Tambahan screenshot dari bro dark dan bro Qyai: Terima kasih teman-teman, semoga bermanfaat!

Intelsat 8 - Kuband

Image
Berikut ini hasil tracking Kuband di Satelit Intelsat 8 (postingan bro bowol di forsat), posisi Pacitan: Berikut isi postingan bro bowol : iseng iseng nyari Intelsat8 ku, alhasil dpt sinyal cuma 1 TP channel Philipines all $crambled mungkin ini sinyal terkuat di intelsat8 ku... lnb astro modifikasi, dish venus 6 fit -frek 12575 V 13840 ( polarity terbalik)  Semoga bisa menginspirasi kita untuk terus berburu satelit yang lebih sulit ditracking!

Satellite NSS11 at 108.0°E

Image
Setelah mendapatkan ijin dari bro Jef di forsat untuk ngepost kembali postingan beliau tentang transponder di Satelit NSS11 di topik NSS11 yang distarted oleh Pak Juan (request dari bro RendyCell), nah ini saya postkan. Tidak ramai yang bisa tracking satelit ini, kebetulan beamnya memang terbatas (berdasarkan data dari Lyngsat). Melihat peta beam di atas, kemungkinan besar yang paling mudah mendapatkan sinyal NSS11 adalah Sulawesi dan Kalimantan serta sebagaian Papua. Untuk Kalimantan saja saat ini masih terbatas (info yang saya dapat) di sekitaran Kaltim. Bro Jefcrew sendiri berdomisili di Sulawesi Utara yang notabene masih dalam lingkup peta beam. Ada channel menarik yang menjadi buruan para hobbist di NSS11 ini, yaitu channel dewasanya Zamjari 2, hehehehe… dasar pemburu kates sejati. Akh… jadi OOT nih…!!! Ntar disemprittt! Hehehe! Oya, ini beberapa screenshot dari postingan bro Jef : Gambar terakhir itu LNB yang digunakan untuk tracking NSS11. Untuk pembahasan teknis,...

Satelit Optus Hadir di Kalbar

Image
Setelah hunting berbulan-bulan, dengan gembiranya dikabarkan bahwa Kalimantan Barat kecipratan sinyal dari satelit yang fenomenal dengan siaran Western ala Australia. Nama satelitnya adalah Optus. Berikut kutipan dari Forum Satelit postingan Bang Adhitya yang berdomisili di Pontianak. Hilang rasanya lelah setelah berbulan" hunting nih satelit..akhirnya mau juga nongol mba optus di Pontianak meskipun qualitynya masih kecil tapi lega rasanya..tks buat rekan" yg udah kasih pencerahan. Alat tempur solid 6 ft ,lnb yuri..salam Ternyata dengan 6 feet solid plus LNB Yuri bisa menaklukkan pertahanan Optus yang bersembunyi  di atas langit sana pada koordinat 156° E . Wah, ada harapan untuk Kota Sambas menangkap satelit ini. Sayangnya peralatan tempur masih minim, paling tidak musti beli dish solid dulu, atau beli dish mesh baru lalu dimodif jadi solid. Soalnya dish ku yang sekarang (7ft mesh), kemaren sempat ambruk diterjang angin, alhasil sampe sekarang hanya TPI dan BaliTV aja y...

Jakarta TV di Palapa D

Image
Sekian lama menanti, akhirnya Palapa D sudah mulai beroperasi (dalam rangka menggantikan pendahulunya yaitu Palapa C2), walaupun kabarnya masih belum maksimal. Tapi, untuk beam sepertinya sudah lumayan karena teman-teman di luar negeri ( di Jepang misalnya ada bro Eyi ) sudah bisa menikmati siaran tv satelit dari Indonesia secara penuh (hampir semua channel dilock dengan sempurna). Ada penambahan channel baru di Palapa D ini, di transponder: Frekuensi: 4080 Symbol Rate: 28.125 Polarisasi: Horizontal. Tadi pas saya rekam (pake hape aja) lagi ada berita. Mudah-mudahan ke depannya semakin banyak penambahan channel dengan acara yang beragam pula. Berikut hasil rekaman video pake hape yang (mohon maaf) memang tidak begitu jelas karena hari sudah malam dan hape pun speknya tidak mendukung untuk video high resolution. Hehehehe… nanti tak update deh pake rekam di DVB Dream aja biar terang benderang. Enjoy!

Indonesia’s Palapa-D satellite is working

Image
At last, we can take a free breath, our Indonesia's Palapa D is now working. I take this article as my reference. Have a read! Palapa-D is working ‘nominally’, which is satellite-speak for all is OK, as far as its builders are concerned. A statement issued Sept 2 by Thales Alenia Space said the satellite’s signals have been picked up by their Earth station at Fucino, Italy. However, the likelihood is that there will be some sort of insurance claim from the satellite’s owners – which for the moment is Thales itself. Which is not to say there’s not work still to be done. Thales Alenia’s engineers have now to remotely reconfigure the Indosat craft’s on-board computers to gently push Palapa-D into its correct orbit. “Thales Alenia Space and Indosat are proceeding to necessary maneuvers in order to optimize and reconfigure the flight plan from its lower than expected transfer orbit into a geostationary orbit,” said their statement. However, the indication that the satellite is per...

AsiaSat 5 Spacecraft Separation Successfully Completed

Image
(Photo courtesy of International Launch Services) Hong Kong, 12 August 2009 – AsiaSat 5, a new generation communications satellite of Asia Satellite Telecommunications Company Limited (AsiaSat), was launched at Hong Kong Time 3:47:33 a.m. on the 12th August on an ILS Proton launch vehicle from the Baikonur Cosmodrome in Kazakhstan. 9 hours and 15 minutes after liftoff, AsiaSat 5 successfully separated from the launch vehicle. AsiaSat in Hong Kong has acquired the first signals from the satellite. Over the next few days, the satellite will arrive at the geostationary orbit, some 36,000 km above the Equator. “We are extremely pleased that AsiaSat 5 has successfully completed this stage of the launch. We gratefully thank our partners - International Launch Services, Khrunichev and Space Systems/Loral for their diligence, dedication and professionalism that contribute to this launch success,” said Peter Jackson, Chief Executive Officer of AsiaSat. “We loo...

Palapa D Launch - with trouble

Image
The Chinese have suffered a problem during the launch of the Indonesian Palapa-D communications satellite via a CZ-3B Chang Zheng-3B (CZ3B-12) launch vehicle. The launch took place at the Xi Chang Satellite Launch Center, in Sichuan Province on Monday at 09:28 UTC, but failed to place the spacecraft in the required orbit – due to an issue with the CZ-3B’s third stage. The Palapa-D satellite was scheduled to replace the Palapa-C2 (23864 1996-030A) satellite – which is due to come to the end of its life in 2011 – at 113.0 degrees East. It is unknown at this time if the spacecraft can be saved, though this is unlikely. Latest reports from the Chinese State media – which appeared to undergo a news blackout for several hours after launch – claim the problem is related to a failure of third stage ignition. The new satellite was ordered to Thales Alenia Space in July 2007 and is based on the Spacebus 4000B3 platform – which has a larger capacity than the Palapa-C2. It is equipped with 24 sta...

Popular Posts Last 7 Days

Grabbing – Pengenalan

Satellite NSS11 at 108.0°E

Review Getmecom HD 5 Ethernet Part 2